Friday, March 30, 2012

AYAH


Sebagaimana kau, yang lelah tersudut senja,
Mencari-cari sela, atas udara diujung sana,
meski tertindas,  terhempas panas kota,
begitu rupa, kau bawa kami mendapat suka,

Masih direntangkan  begitu mesra kata merdeka,
setelah keras rasa terluka, setelah berkobar segala doa,                                                            
dan setelah tetap, tak kunjung menjelma,
engkau, masih ada, mencoba bernyawa,

cinta, kini rebahkanlah segala keringat air mata,
engkau nyamankanlah segala tepian-tepian senja,
karena kini doamu,karena kini harapanmu, biarlah semua,
aku yang membangunnnya,

untukmu ayah, yang tersudut senja.
Bekasi, 2012

No comments:

Post a Comment