Friday, September 16, 2016

Apa Kabar?

 


***

Satu Bait Lagi



Sejauh ini langkah masih ragu mencari nama.
Kemarin dulu aku bertemu wanita.
Dia muda, hangat, meramu kepada aku. Entahlah, tak begitu panjang ceritanya.
Bertemu, bertemu, tak lama berlalu.
Merubahku menjadi enggan untuk menyatu. Aku tak menemuimu.

Namamu, mendekatlah sekali lagi saja.
Engkau yang lama  membawa tanya.
Bawalah aku kepada aku untukmu.
Bawalah serta engkau yang tidak lagi peduli:
seperti lampu-lampu kota yang masih saja mewarna meski hujan di senja kala itu.
Satu nafas saja, letakanlah aku  sejenak lebih dalam ke tubuhmu.

Kamu dan di bait puisi terakhirku.
Manakala pagimu tak lagi selembut daun kepada embunnya, serta atasnama ketidakmungkinan sedang menenggelamkanku,
maka pejamkanlah kedua kelopak matamu dan puisi ini mari kita tulis satu bait lagi.